Powered By Blogger

BIGTIMEBUX

my google corner

Rabu, 05 November 2014

Jumat, 11 Oktober 2013

OCD PART 1


Dieettt......????? whattssss ?????? ......berkali-kali di lakukan tetap aja gagal.... dah berbagai macam obat pelangsing diminum tetap aja gagal....skarang lagi coba diet ala deddy corbuzier . it's call OCD.. tapi lupa apa kepanjangannya tu singkatan....menurutku dietnya agak lebih ringan hanya membatasi waktu makan dari pada harus pantang makan ini makan itu  ..gak boleh begini gak boleh begitu....
lumayan lah.... mulai dengan jendela makan 8 jam dan 3 x olah raga slama 1 minggu udah bisa turun 1 kg...alhamdulillah yaaa... sesuatu...
nah..buat yang pengen coba ngatur waktu makan bisa deh ngikut diet OCD ..its simple and easy...


Jendela waktu makan.
1. Di minggu pertama anda harus mulai dengan makan 8 jam sehari tanpa sarapan (sangat amat mudah)
2.  Di minggu kedua anda masuk ke 6 jam sehari...
3.  Di minggu ke tiga dan seterusnya anda masuk ke 4 jam sehari.
4.  Di minggu ke empat memasukkan pola puasa 24 jam seminggu sekali dengan pola jendela makan 4 jam
5.  Minggu ke 5 dst menggunakan pola puasa 24 jam sebanyak 2 kali seminggu dengan pola jendela makan 6 jam /4 jam seharinya

kalo ada yang pengen baca bukunya  lebih lengkap bisa di donlod di sini http://www.readyforfit.com/#/
                                 to be continuee........

Senin, 19 November 2012

Amaze Family…


Ada yang bilang keluarga normal atau keluarga biasa itu terdiri dari Bapak sebagai kepala keluarga, ibu sebagai manajer rumah tangga, dan anak-anak sebagai anggota keluarga, penyemarak keluarga,,, bahkan ada yang menganggap hewan peliharaan juga sebagai bagian dari keluarga. ( masuk gk yaa???).. nah, bagaimana dengan sebuah keluarga yang minus salah satu yang disebutkan tadi???? Keluarga Luar biasa kah atau abnormal?? Entahlah,.. biasa atau luar biasa, normal atau abnormal…yang pasti ada sesuatu yang hilang dari rutinitas kehidupan kita..kadang sedih menjalaninya tapi hidup harus berlanjut…life must go on..move on better than stack on…

 Pernah menjalani hidup sangat lengkap sebagai keluarga utuh dan bahagia tetapi pernah juga mengalami hidup minus orang yang sangat kita hormati, kita sayangi, yang kita jadikan panutan..yaitu  kehilangan figure ” seorang Bapak”. Entah bagaimana membahasakannya, tapi yang aku tahu, kehilangan figure panutan, seakan kita berpijak di suatu pondasi yang transparan., terbuat dari porselen…dan dengan keterpaksaan harus di jalani sampai titik penghabisan.

Kadang sebuah pertanyaan bodoh melintas di benak…apa yang harus dilakukan seorang istri yang notabene adalah juga seorang ibu dan juga anak-anaknya, apabila sang bapak yang menghilang karena keinginannya sendiri tiba-tiba muncul lagi di tengah keluarganya, ingin pulang berkumpul kembali membentuk keluarga “biasa” dan “normal” ??? seakan-akan lupa dengan  torehan luka dan malu yang ditinggalkan  untuk anak dan istrinya..entah apa yang ada di pikiran sang bapak…mungkin saja dia melakukan ini karena sang bapak telah merasa renta dan tidak berkuasa lagi dalam tatanan sosial masyarakat atau sang bapak baru menyadari kesalahannya dan derita yang telah di timbulkan pada sang istri dan anak-anaknya slama ini.

Hanyalah Keterpaksaan untuk menciptakan keluarga normal nan bahagia. Pada akhirnya ternyata sedikit mengalami ganjalan dari pihak ketiga, sehingga sang bapak berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan yang dari awal terbentuk telah rapuh…semetara sang istri dan anak-anaknya hanya bisa jadi penonton atas sepak terjang sang bapak di luar rumah.. sang istri dan anak-anaknya hanya bisa pasrah menjalani hidup di atas kebohongan, tidak pada diri sendiri juga pada masyarakat demi untuk melindungi figure sang bapak..

Koin memiliki 2 sisi mata uang, begitu pula setiap kejadian…siapa yang benar ataupun yang salah, itu tidak jadi masalah….tetapi sekarang adalah menjadi objek penderita itu baru masalah, dan tenggelam dalam masalah itu baru benar-benar bermasalah dan bangkit dari masalah yang ada itu baru luar biasa hebatnya… six thumbs up…..bravo….!!!! dan at least but not last…slalu .menimbulkan masalah itu baru namanya biang kerok…….


Takdir atau keterpaksaan


             Maaf2 kata ya yang sebesar-besarnya, kalo acara nonton tv bareng sambil ngemil atau lagi asik2 surfing internet atau lagi OL bareng di FB terganggu..ada sedikit cerita untuk kamu2 dan cerita ini akan terus berlanjut entah sampai kapan..never-ending story kata si bule gaul..sampe akhirnya ceritanya terus bergulir menjadi cerita yang sangat panjang dan mudah-mudahan ceritanya tidak tragis tapi menjadi happy ending story. Hmm………..maunya seeeeehhhh getowwww…..!!!!!

       Keterpaksaan kadang berakhir bahagia…tetapi kadang sedikit berliku untuk mencapainya tergantung bagaimana kita menahkodai kapalnya dan bagaimana cara memaknai setiap kejadian. Juga… bagaimana cara menerima keterpaksaan tersebut. Banyak orang terpaksa menjadi pekerja, karena tidak bias mempekerjakan orang (termasuk yang nulis jg) ..tetapi pada umumnya smua enjoy aja malah banyak yang ngotot ingin jadi pekerja. Lihat saja…berapa panjang antrian pelamar di sebuah bank swasta yang sedang buka lowongan kerja…ribuan orang antri dengan muka berharap menjadi yang beruntung, menjadi salah satu pekerja!!!!..kan enak, kerja di ruang ber-AC, gk perlu ampe kringatan banting tulang, tiap bulan pasti trima gaji..belum lagi bonus ini lah, bonus itulah…. Tapi bukan itu yang ingin aku critakan, itu hanya sekedar intermezzo..melainkan keterpaksaan dalam menentukan pasangan hidup alias perjodohan oleh pihak ketiga, biasanya she oleh orang tua dan akibatnya di masa yang akan datang.

      JODOH… menurut keyakinan setiap orang beragama, jodoh itu ada di tangan Tuhan termasuk MAut dan rezeki. Tetapi ternyata dalam masyarakat Indonesia masih ada yang namanya perjodohan… jodoh di tangan  orang tua….nah lhooooo..dosa atau bukan yaa??? Karena kesannya mendahului kehendak TUhan. Atau kita harus beranggapan bahwa itu kehendak Tuhan melalui  orang tua. Atau Melanggar HAM gk Yaaa???? Kalo orangnya merasa terpaksa menjalaninya hanya karena takut di katakan anak durhaka menolak perintah orang tua…

       Orangpun menanggapinya dengan reaksi yang berbeda-beda dan bermacam-macam.. ada yang ngamuk-ngamuk, pake acara kabur dari rumah ( biasanya seh kalo dah punya pacar), ada yang tertunduk pasrah, ada juga yang malu-malu mengangguk tanda stuju2 aja di jodohkan. Kayaknya diam-diam dah jalan bareng tuh.. makanya mau aja di jodohkan… hehehehe… malah ada yang biasa-biasa aja, datar-datar aja saat tau dirinya di jodohkan, kalo ini seh kayaknya orangnya masih jomblo atau putus asa udah usaha mati2an tapi gk laku2 juga.. heheheeehehe

   That OK…That’s Fine…perjodohan??????  Ciussssss mi apaaaaaa?????????? Siapa takut….!!!!  Endingnya juga variatif..macam-macam…..ada yang happy ending ..hidup bahagia sampe opa-oma..tapi tidak sedikti yang berakhir tragis…cerai, depresi, selingkuh, diselingkuhi, sampe ada yang gila dan bunuh diri…nasib…nasib…nasib…. Betapa malang nasib perjodohan….amit-amit jabang bayi……skarang pilihannya terserah anda yang menjalaninya..its up to you…gk ada yang salah di dunia ini.. yang salah itu adalah cara kita menjalaninya….

advertiseR